Landasan hukum terkait pemilihan Rektor IPB tahun 2017-2022:

  1. Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2013 tentang Statuta Institut Pertanian Bogor
  2. Peraturan MWA IPB No. 21/MWA-IPB/2016 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Rektor Institut Pertanian Bogor
  3. Peraturan MWA No. 26/MWA-IPB/2017 tentang Pedoman Operasional Pemilihan Rektor Institut Pertanian Bogor Tahun 2017-2022
  4. Peraturan Senat Akademik Institut Pertanian Bogor No. 17/SA-IPB/P/2017 tentang Tata Cara Penilaian, Penetapan Calon Rektor dan Pergantian antar Waktu Rektor Institut Pertanian Bogor oleh Senat Akademik Institut Pertanian Bogor

Proses pemilihan Rektor sebagai berikut:

  1. Penjaringan nama Bakal Calon Rektor yang dimulai dari tingkat departemen dan unit kerja lainnya.Proses ini melibatkan sivitas akademika dan tenaga kependidikan IPB serta alumni IPB.
  2. Seleksi Administrasi Bakal Calon Rektor IPB yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Rektor (PPR) IPB. Bakal Calon Rektor yang memenuhi syarat administrasi masuk ke tahap berikutnya.
  3. Penetapan 6 BCR yang dilakukan oleh Senat Akademik (SA) berdasarkan pemikirannya mengenai rencana strategis dan Program Kerja Lima Tahun kedepan (2017-2022) dengan merujuk pada Rencana Strategis Jangka Panjang IPB 2018-2045.
  4. SA akan melakukan proses seleksi terhadap keenam BCR tersebut. Untuk menghasilkan tiga Calon Rektor yang berhak mengikuti Pemilihan Rektor yang akan diselenggarakan oleh MWA dalam Sidang Paripurna MWA. Pada tahap ini setiap calon menyampaikan gagasan Renstra, rumusan program kerja lima tahun, serta target pencapaian dalam upaya mewujudkan visi dan misi IPB.
  5. MWA selanjutnya akan melaksanakan sidang paripurna untuk memilih satu calon rektor secara musyawarah mufakat. Bilamana musyawarah tak dapat dicapai kesepakatan, maka dipilih berdasarkan pemungutan suara terbanyak.
  6. Pelantikan Rektor Terpilih Tahun 2017-2022.

Lampiran Peraturan Senat Akademik IPB No. 17/SA-IPB/P/2017: