Sambutan Ketua MWA


SAMBUTAN KETUA MAJELIS WALI AMANAT
PADA PELANTIKAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PERIODE 2012 – 2017

Bismillahir Rahmaanir Rahim

Assalalamualaikum Warrahmatullaahi Wabarokatuh

Yang kami hormati:
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr Djoko Santoso
- Muspida Provinsi Jawa Barat
- Muspida Kabupaten dan Kota Bogor
- Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten dan Kota Bogor
- Para Rektor atau Pimpinan Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi Bada Hukum, serta Pimpinan Perguruan Tinggi di Jakarta dan Bogor

Yang kami hormati
- Para sesepuh, mantan Rektor IPB
- Pimpinan dan Anggota Majelis Wali Amanat IPB
- Ketua dan Anggota Dewan Audit IPB

Yang berbahagia:
- Ketua dan Anggota Senat Akademik IPB
- Ketua dan Anggota Dewan Guru Besar IPB
- Rektor beserta seluruh jajaran Pejabat Struktural di IPB
- Rektor Terpilih, para Mantar Calon Rektor dan Bakal Calon Rektor
- Segenap dosen dan tenaga kependidikan IPB
- Segenap mahasiswa dari program diploma, sarjana dan pascasarjana

Yang kami hormati
- Undangan Khusus dari UQ dan NUS, serta para asesor BAN-PT yang saat ini sedang melaksanakan assesmen kecukupan dalam rangka akreditasi institusi IPB
- Mitra kerja IPB serta hadirin dan hadlirat yang berbahagia

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadlirat Allah swt; atas izin dan ridhoNya kita semua dapat bertemu dan berkumpul bersama di Auditorium ini dalam keadaan sehat walafiat untuk mengikuti Pelantikan Rektor Institut Pertanian Bogor Periode 2012 – 2017.

Hari ini merupakan hari bersejarah bagi kita semua, yaitu hari dimulainya kepemimpinan baru di IPB untuk 5 tahun mendatang, menyongsong masa depan dengan segenap rencana program baru untuk mencapai tujuan, visi, misi dan cita-cita kita bersama.

Selamat kepada Rektor baru dan selamat kepada kita semua, seluruh keluarga besar Institut Pertanian Bogor yang telah melaksanakan Pemilihan Rektor dengan tertib lancar dan demokratis. Tentunya harapan kita semua agar Rektor Baru (yang tiada lain adalah Rektor sebelumnya yang terpilih kembali) dapat menjadikan IPB lebih baik lagi, terutama dapat menjalankan peran dan memberikan kontribusi nyata bagi keunggulan bangsa dan dalam menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapinya.

Sebagai Perguruan Tinggi Pertanian tertua dan terbesar di Indonesia yang mengajarkan, meneliti dan mengembangkan hampir seluruh bidang keilmuan pertanian serta ilmu-ilmu pendukungnya seharusnya IPB mampu memberikan konstribusi nyata bagi daya saing bangsa dan memberi solusi bagi permasalahan bangsa khususnya yang terkait dengan masalah pangan, energi, kesehatan, kemiskinan, lingkungan dan berbagai permasalahan bangsa lainnya.

Berbagai isu nasional yang berkaitan dengan ketahanan pangan, misalnya, tentunya amat menantikan kehadiran peran nyata IPB untuk terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan tersebut. Permasalahan impor beras, singkong, daging, kedelai, buah-buahan, ikan, garam dan sejenisnya jelas memerlukan peran IPB untuk tampil ke depan.

Jumlah inovasi yang meningkat yang diraih IPB pada empat tahun terakhir, hendaknya disertai dengan akses publik dan masyarakat terhadap produk-produk inovasinya tersebut baik dalam skala komersialisasi maupun melalui skema kemitraan dengan program-program pemerintah dan dunia usaha, sebagaimana pernah kita lakukan dengan program Bimas pada masa lalu.

Pertanyaan substansialnya adalah: “Apakah kehadiran dan peran IPB bermanfaat dalam meningkatkan daya saing bangsa dan dapat menjawab berbagai persoalan bangsa dan dunia hari ini dan pada masa depan kelak?” Jawabannya, tentu, kita harus bisa. IPB perlu berusaha keras dengan bekerja cerdas dan iklas agar dapat lebih berperan bagi keunggulan bangsa Indonesia di kancah persaingan dunia dalam mencetak sumberdaya manusia yang berkualitas, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, memajukan pertanian, dan pelestarian alam semesta.

Sudara-saudara sekalian, khususnya keluarga besar IPB.
Mari sejenak kita menengok kembali ke belakang, membaca dan mempelajari kembali sejarah pendirian perguruan tinggi kita. IPB didirikan dengan mandat khusus untuk mengembangkan ilmu-ilmu pertanian dan menghasilkan sarjana agar dapat berpartisipasi memajukan dan mengembangkan pertanian.
Dari segi yuridis formal pada Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan tahun 1963 tentang Pendirian Institut Pertanian di Bogor, dan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 279 tahun 1965 dinyatakan bahwa yang didirikan adalah Institut Pertanian di Bogor. Hal ini menunjukkan bahwa mandat didirikannya perguruan tinggi kita adalah “pertanian”.

Nama Institut Pertanian Bogor muncul 2 tahun kemudian dengan Keputusan Presiden. Dengan demikian, kata pertanian yang ada dalam institut tersebut bukanlah sekedar nama, melainkan menunjukkan sebuah mandat. Karena mandat IPB adalah memajukan dan mengembangkan pertanian, maka hendaklah kita tetap konsisten dengan core competence pertanian untuk tetap mengembangkan ilmu-ilmu pertanian dan pendukungnya serta mendidik dan menghasilkan SDM unggul dalam bidang pertanian dan bidang pendukungnya.

Institut Pertanian Bogor seyogyanya dikelola tidak sekedar untuk memajukan dan mengembangkan institut, tetapi yang lebih penting adalah untuk melaksanakan amanat yang diberikan negara kepada IPB yang menjadi alasan mengapa Institut ini didirikan. Institut ini didirikan karena ada permasalahan bangsa yang besar dan mendasar, yaitu masalah pangan seperti tercermin dari pidato Presiden Pertama RI pada saat peletakan batu pertama pembangunan gedung institut ini di Kampus Baranangsiang.

Permasalahan tersebut hingga saat ini masih sangat relevan. Hingga saat ini ancaman kekurangan pangan masih terus terjadi, bahkan lebih serius pada masa-masa yang akan datang pada era globalisasi. Tentu, ini menjadi kewajiban IPB sebagai perguruan tinggi pertanian yang diberi mandat oleh negara untuk memajukan pertanian dengan berperan aktif menghadapi ancaman tersebut.

Rektor Baru, dan Keluarga Besar IPB yang saya hormati
Hal lain yang perlu mendapat perhatian IPB ke depan adalah masalah yang terkait dengan Millenium Development Goals (MDGs). Dari 8 goals MDGs, sebagian besar sangat erat terkait dengan bidang-bidang keilmuan yang dikembangkan di IPB. IPB seharusnya berperan aktif dan memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan pertanian, perdesaan dan lingkungan, dan dalam penyediaan sumberdaya manusia yang berkualitas, dan dalam meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.

Berdasarkan statistika saat ini, IPB memiliki SDM yang sangat tangguh dilihat dari jumlah dosen yang bergelar doktor. Staf IPB dikenal sebagai pakar yang unggul dan berkualitas, diakui secara nasional dan internasional. Alumni IPB juga sangat tangguh dan mudah beradaptasi sehingga dikenal mampu bekerja di berbagai bidang. Mereka itu adalah agen-agen pembaharuan yang seyogyanya merupakan mitra utama IPB untuk memajukan bangsa. Potensi yang besar ini perlu digali, dimanfaatkan secara optimal dengan mengupayakan terbentuknya sinergi yang harmonis antara almamater dengan para alumninya.

Kami berkeyakinan dari sinergi ini akan lahir konsep-konsep kebijakan dan praktek bisnis yang dapat diimplentasikan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan cara demikian keberadaan IPB akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat global, sehingga pengakuan sebagai “world class university” akan lebih mudah terwujud.

Saudara Rektor yth,
Seperti yang telah Saudara sampaikan dalam pemaparan Memorandum Akhir Jabatan Rektor tentang pelajaran yang dipetik dari lima tahun kepemimpinan Saudara yang disampaikan pada Sidang Paripurna MWA pada tanggal 14 Desember 2012, kami yakin Saudara Rektor mempunyai perhatian yang besar terhadap persoalan-persoalan yang telah kami kemukakan tersebut.

Kami mengapresiasi pemikiran saudara tentang perlunya penguatan pilar tentang Peneguhan Peran IPB Dalam Pengarusutamaan Pertanian. Kami menantikan dan siap bersama-sama menerjemahkan pemikiran tersebut secara strategis dalam Renstra yang akan datang. Strategi yang baik memerlukan disiplin atas impelementasi strategi dimaksud. MWA siap menjadi mitra Rektorat dalam mengawal visi dan strategi tersebut.
Kami juga yakin, Rektor akan berhasil merealisasikan program-program yang direncanakan bila tetap memperhatikan aspirasi dan keinginan stakeholders, terutama bila ditopang oleh tim manajemen yang kuat berbasis kompetensi. Beberapa asprasi utama stakeholders yang bisa kami tangkap, paling tidak selama Proses Pemilihan Rektor berlangsung adalah sebagai berikut:

1. Respon IPB terhadap Permasalahan Bangsa
Para pemangku kepentingan IPB sangat berharap agar IPB meningkatkan dan mempertajam perannya dalam merespon isu-isu strategis yang dihadapi bangsa lima tahun ke depan dan selanjutnya, seperti yang telah diuraikan, terutama dalam menghadapi isu ketahanan pangan, energi, kemiskinan, keberlanjutan pembangunan dan isu-isu pembangunan lainnya yang relevan atau memerlukan respon strategis.

2. Penguatan Peran IPB
Harapan stakeholders, terutama masyarakat, agar IPB menjadi “magnet” dan “pemberi solusi” yang nyata pagi para petani, peternak, masyarakat sekitar hutan, petani ikan dan nelayan, pengusaha kecil dan menengah, dan dunia usaha yang mengharapkan inovasi produk-produk pertanian yang bernilai tambah bagi mereka. IPB sangat diharapkan memberikan solusi bagi masa depan bangsa ini, yang sedang berusaha mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran. Kontribusi IPB melalui kemitraan dengan Pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat hadir dalam bentuk-bentuk nyata hasil inovasi IPB pada masyarakat, selain melalui skema komersialisasi hasil-hasil inovasi.

3. Peningkatan Empati Civitas Akademi terhadap Petani
Dalam bidang pendidikan stakeholder memandang perlu peningkatan empati mahasiswa dan staf pengajar IPB pada petani, nelayan dan masyarakat pedesaan. Empati ini dapat dibangun dengan revitalisasi Kuliah Kerja Nyata, Mahasiswa Bertani, kunjungan ke daerah pedesaan, kewajiban mahasiswa untuk berinteraksi dengan petani dan nelayan, serta warga pedesaan dan sebagainya.

4. Peningkatan Kualitas Calon Mahasiswa
Isu lainnya yang mengemuka adalah harapan terhadap perlunya memperkuat minat calon-calon mahasiswa terbaik atau berkualitas untuk memasuki IPB. Perlu ikhtiar lebih keras dan kreatif, termasuk pelibatan alumni dan “brand” ambassador untuk komunikasi eksternal ke luar kampus. Strategi komunikasi tentang relevansi ilmu-ilmu pertanian dalam arti luas dengan kehidupan masa kini dan masa depan agar kuliah di IPB tetap menarik. Belajar di IPB bukanlah belajar ilmu masa lalu, melainkan masa kini dan masa depan.

5. Penguatan Tata Kelola
Dalam hal tata kelola stakeholder mengharapkan agar pelaksanaan tata kelola pengelolaan perguruan tinggi terus diperkuat. Beberapa hal yang mengemuka adalah penetapan pedoman audit internal dan pengelolaan tata kelola satuan usaha akademik, usaha penunjang dan usaha komersial. Dalam hal ini para pemangku kepentingan sangat berharap agar pimpinan menerapkan prinsip tata kelola yang baik dan baku.

Saudara Rektor yang saya hormati,
Demikian sedikit tentang aspirasi para pemangku kepentingan yang kami catat. Selanjutnya kami mengapresiasi komitmen Rektor baru untuk meneguhkan etika akademik, membangun integritas kepemimpinan yang dapat mengerakkan budaya akademik dan menjaring aspirasi sivitas akademik, termasuk aspirasi selama proses Pemilihan Rektor, untuk memperkuat kearifan kolektif kampus.

Apreasiasi yang tinggi juga kepada Rektor baru yang telah berkomitmen untuk menjaga independensi kampus dari pengaruh-pengaruh kepentingan partai politik, golongan dan kelompok kepentingan, termasuk membangun tim manajemen yang berbasis kompetensi. Independensi ini sejalan dengan semangat yang berkembang dalam pembahasan-pembahasan draft statuta IPB.

Kami juga mengapresiasi rencana Rektor yang akan menggali pemikiran-pemikiran dan saran dari para mantan bakal calon dan mantan calon Rektor lain, demi memajukan IPB agar terus relevan dalam konteks pemecahan masalah bangsa dan dunia yang sedang menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Pengakuan world class university (WCU) oleh masyarakat dunia adalah resultante dari kegairahan seluruh sivitas akademika IPB terhadap prinsip-prinsip tri dharma perguruan tinggi yang menjadi mandatnya, bukan pengakuan formal atas pemenuhan dokumen-dokumen akreditasi semata. Ada keselarasan antara budaya akademik yang berkembang dengan capaian akreditasi yang menjadi ukuran-ukuran pengakuan tersebut.

Para hadirin yang berbahagia
MWA sebagai organ Institut (IPB) yang memegang amanah dari pemerintah, institut dan masyarakat, dalam masa transisi ini, dengan segala kelebihan dan kekurangannya telah berupaya menghantarkan Pemilihan Rektor dan menghantarkan proses transformasi IPB BHMN menuju Perguruan Tinggi Berbadan Hukum sesuai dengan UU Pendidikan Tinggi No 12 tahun 2012 dengan menyusun draft STATUTA INSTITUT PERTANIAN BOGOR bersama tim yang dibentuk Rektor yang sedang menunggu pengesahannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah.

Dengan segala kerendahan hati MWA menyampaikan penghargaan dan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh organ dan kelembagaan di IPB beserta seluruh sivitas akademika serta tenaga kependidikan atas kerjasama yang telah terjalin baik selama ini.

Secara khusus MWA menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang sebesar-besarnya atas seluruh keberhasilan yang telah dicapai oleh Pimpinan IPB pada lima tahun terakhir.

Akhirul kalam, MWA menyampaikan permohonan maaf bila di sana sini masih terdapat berbagai kekurangan dalam hal pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang MWA. Kami mengharapkan di masa yang akan datang dapat bekerja lebih baik dengan hasil yang lebih optimal.

Selamat bekerja, semoga kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhas Saudara Rektor selalu diberikan bimbingan dan petunjuk oleh Allah SWT, amien.

Billaahi Taufik Wal Hidayah
Assalamualaikum warrahmatullaahi wabarakatuh

Bogor, 17 Desember 2012

M. Ahmad Chozin

—————————————————————————————————————

SAMBUTAN KETUA MAJELIS WALI AMANAT
TERKAIT DENGAN PROSES PEMILIHAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR PERIODE 2012 – 2017

Para Pemangku Kepentingan IPB  yang kami hormati,

Institut  Pertanian  Bogor (IPB) saat ini sedang dalam proses mencari  Rektor sebagai pemimpin universitas atau perguruan tinggi untuk masa bakti tahun 2012 – 2017.

Untuk itu diperlukan kerangka berfikir yang sama agar IPB dapat menemukan pemimpin masyarakat akademis (academic leader) yang berkarakter inklusif. Pemimpin yang  dapat mempertahankan kampus sebagai kekuatan moral yang dapat mensejahterakan masyarakat melalui kiprah kampus yang dipimpinnya. Pemimpin yang  senantiasa mengapresiasi aspirasi masyarakat kampus selain kewajibannya untuk loyal kepada negara.

Rektor bukanlah pekerjaan atau jabatan karier melainkan sebagai penugasan atau jabatan amanah.  Oleh karena itu,  Majelis Wali Amanat (MWA) sebagai  “board of trustees” membentuk dan menugaskan Panitia Pemilihan Rektor (PPR) untuk meneliti dan mencari sejumlah bakal calon  pemimpin kampus yang kompeten dan amanah. Pencarian antara lain meliputi penelaahan rekam jejak kepemimpinan dan kewibawaan akademik dari  mereka yang berkiprah di bidang akademik. Bagi mereka yang dinilai kompeten, MWA melalui PPR akan menanyakan kesediaan mereka untuk menjadi academic leader di IPB. Oleh karena itu dalam proses pencarian ini, tidak ada proses pendaftaran atau pencalonan diri sebagai pemimpin di kampus IPB.

Dalam  proses pencarian dan proses pemilihan Rektor IPB, MWA IPB juga meminta Senat Akademik (SA) IPB melakukan proses penjaringan dan penyaringan untuk menemukan 3 (tiga) calon Rektor yang terbaik. Seluruh kegiatan ini difasilitasi oleh PPR yang terdiri dari orang-orang yang kami yakini amanah dan hanya punya pamrih untuk kemajuan  kampus yang kita cintai ini.

Para Pemangku Kepentingan IPB yang kami hormati,

Kami sangat mengharapkan proses pencarian dan pemilihan Rektor IPB masa bakti 2012 -2017 dapat berjalan dengan lancar dan berhasil  menemukan sosok academic leader yang akan memimpin dan membawa IPB sebagai perguruan tinggi pertanian terbesar di Indonesia sesuai dengan visi dan  misi IPB, dan  amanah yang diberikan kepada IPB. Institut Pertanian Bogor didirikan dengan suatu mandat khusus, berbeda dengan perguruan tinggi lain pada umumnya. Mandat khusus yang diamanatkan kepada IPB adalah untuk mengembangkan ilmu-ilmu pertanian dan menghasilkan sarjana pertanian dalam arti luas agar dapat berperan serta memajukan pertanian Indonesia menuju kemandirian pangan, seperti tercermin dari Pidato Presiden Soekarno pada saat peletakan batu pertama kampus IPB Baranangsiang 27 April 1952 yang diberi judul Soal Hidup dan Mati.

Akhirnya, kami mengajak: “mari  kita mencari Academic Leader IPB yang terbaik yang akan turut menentukan masa depan negeri ini”. Terima kasih.

Bogor,   September 2012

Ketua Majelis Wali Amanah IPB

Prof. Dr. Ir.  M.A. Chozin, MAgr